Analisis Neko Daisuki
1. Persendian lengannya
masih bisa dibilang longgar, keliatan waktu dia lagi masang lengannya. tapi
lucu nya respon ke pergerakan tangannya cepat + pasti (ga salah2 gerak). Ini ga
mungkin. Ibarat tarikan motor yang rantainya kendor sama yang pas. Pasti ngerti
lah maksud saya.
2. Gear nya banyak di
luar, bisa dibongkar pasang. Ajaib, gerakannya cepat + leluasa. Yang lebih
ajaib lagi, gear nya ga lepas…
3. Pergerakan tangannya
terlalu biologis. Sedangkan dimana2 yang namanya benda mekanis itu gerakannya
masih kaku. Banyak jeda pergerakan walaupun cuma beberapa milidetik. Bahkan
asimo yang didevelop langsung oleh orang2 ahli dengan sarana mendukung pun,
gerakannya juga masih bener2 terasa kayak robot kan? Nah dia saya lihat di
bagian2 akhir video, gerakannya leluasa banget persis tangan asli.
4. Sensor otak? HAHAHA
bahkan perusahaan2 teknologi besar aja, dengan sarana yang benar2 mendukung
untuk riset ke teknologi ini, masih belum mampu. Bahkan untuk teknologi sensor-sensoran
kaya gini ini ruang lingkupnya udah nanotech. Ga bakalan bisa dibikin secara
DIY. Gak akan pernah bisa… Apalagi pake rongsokan.
5. Dan ngomong masalah
sensor, sensor yang udah ada di seluruh smartphone sekarang: accelerometer,
masih butuh waktu untuk baca sinyal bhwa hpnya dipake secara landscape (dari
sebelumnya: portrait). Padagal ini sensor sederhana, ga pake sinyal2 frekuensi
tertentu. Asli sensor untuk baca fenomena alam, masih butuh waktu beberapa mili
detik untuk ganti mode ke landscape setelah hapenya diputar. Bahkan teknologi
ini pun udah dikembangkan langsung sama ahlinya, sarananya mendukung, duitnya
mendukung. Lah ini duit ga ada, sarana ga ada, pengetahuan mendalam tentang ini
juga ga ada. Eh udah bisa nangkep “sinyal otak” tanpa lag?
barusan liat lagi
videonya dan makin kesini makin yakin kalo ini 100% HOAX hahaha
6. Itu katanya
tangannya lumpuh dari lengan atas. Berarti seharusnya gear2 nya udah dimulai
dari bahu. Dan disana kayanya hampir ga ada gear persendian sama sekali. Padahal
disana bagian paling vital. Persendian di bahu ke lengan atas itu perputarannya
hampir 180 derjat secara 3D (ga cuma 2 arah). Lah, kok dia di bagian sana
kosong? Ga keliatan ada susunan gear yang rumit? Padahal lengan atasnya leluasa
banget lho itu…
7. Ini bisa dibilang
exoskeleton. Tapi ga ada batang besi/logam bener kuat yang menopang lengan atas
+ lengan bawah dengan kuat yang berfungsi sebagai tulang seperti namanya.
8. Ternyata jarinya
juga bisa gerak! Bisa genggam batang logam! Tapi masih ga ditemukan tulang2
mekanis buat diikat ke jari2nya. Malah cuma ada sarung tangan longgar yang ga
tau itu dalamnya kayak apa.
9. Kayaknya ga ada
baterai atau semacamnya. Anggap deh “sinyal otak” ini beneran berfungsi, tapi
itu cuma buat kontrol, bukan sebagai power supply. Nah itu kok bisa hidup? Bisa
gerak? Dispenser yang fungsi nya buat panasin air aja masih harus dicolok ke
listrik kan?
Saya bukannya gak
mendukung kreatifitas, saya cuma nggak mau terbawa eforia tapi ternyata semu.
Ini beda sama mobil listrik kmrn, yang itu dia emang punya ilmu di bidang itu,
karya nya pun sesuai sama siapa dia sebenernya. Tapi ini terlalu banyak kejanggalan.
Lagian teknologi kayak gini udah banyak di luar negeri kok. Tapi kalo ga salah
sumber sensornya ke saraf, bukan ke otak.
Gimanapun juga, lengan
“robot” ini terlalu fantasi untuk jadi realita. Bahkan kalo boleh jujur, JARVIS
nya Iron Man terasa jauh lebih masuk akal, karena JARVIS itu basic teknologinya
AI, armor ironman pun berfungsi berdasarkan gerakan tangan si Stark, sensor
gerakan di setiap kaki sama tangan untuk nambah kekuatan + daya tahan, tapi
roket laser, missile dan segalanya itu emang masih jauh dari logika hahaha
(LOL)
0 Response to " "
Post a Comment